Cooking with Retno’s Kitchen Simply Recipes

And best of all,it’s free recipes online and whatever else I feel like writing about kitchen !

BTP



BAHAN TAMBAHAN PANGAN (BTP)

 

Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) diatur oleh peraturan perundangundangan, oleh karena itu perlu dipilih secara benar jika akan digunakan dalam pangan.

 

Bahan Tambahan (BT) yang dianggap berbahaya bagi kesehatan manusia dilarang digunakan dalam pangan.

 

Apa yang tergolong ke dalam BTP?

 

• Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88, BTP adalah

bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan atau minuman dan biasanya bukan merupakan ingredien khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai milai gizi yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi pada pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan atau pengangkutan makanan, untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi sifat khas pangan tersebut.

 

• Berdasarkan peraturan tersebut di atas, BTP digolongkan ke dalam 11 jenis, sebagai berikut:

1. Pewarna

2. Pemanis buatan

3. Pengawet

4. Antioksidan

5. Antikempal

6. Penyedap rasa dan aroma, penguat rasa

7. Pengatur keasaman (pengasam, penetral)

8. Pemutih dan pematang tepung

9. Pengemulsi, pemantap dan pengental

10. Pengeras

11. Sekuestran (pengkat logam)

 

Apa yang dianggap melanggar peraturan

 

Produsen dianggap melanggar peraturan jika:

 

• Menggunakan bahan tambahan (BT) yang dilarang penggunaannya dalam pangan

• Menggunakan BTP melebihi takaran maksimum yang diizinkan penggunannya

dalam pangan.

 

MEMILIH BTP YANG DIIZINKAN PENGGUNAANNYA UNTUK PANGAN

 

Berikut ini adalah berbagai jenis BTP yang diizinkan penggunaannya untuk

pangan

 

• anato                    • Riboflavin

• beta-apo-8’karotenoat    • Titanium dioksida

• etil-beta-apo-8’karotenoat     • Merah alura

• beta-karoten             • Briu berlian

• kanisantin               • Karmoisin

• karamel                  • Coklat HT

• karmin                   • Eritrosin

• klorofil                       • Hijau FCF

• klorofil tembaga kompleks      • Hijau S

• kurkumin                       • Indigotin

• ponceau 4Rp.             • Kuning FCF

• Kuning kuinolin          • Tartrazin

 

Pewarna yang dilarang penggunaannya dalam pangan

 

• Auramine                 • Crysoine

• Alkanet             • Chocolate brown FB

• Butter yellow       • Indigotin

• Black 7984          • Kuning FCF

• Burn umber          • Ponceau SX

• Chrysoidine         • Ponceau 6Rp.

• Citrus red no 2     • Oil orange XO

• Fast red E          • Oil yellow AB

• Fast yellow AB           • Ol yellow OB

• Guinea green B           • Orange G

• Indanthrene blue RS      • Orange GGN

• Magenta             • Orange RN

• Metanil yellow           • Rhodamin B

• Oil orange SS       • Sudan I

• Orchil and Orcein   • Scarlet GN

• Ponceau 3Rp.        • Violet 6B

 

Pemanis buatan yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain

sebagai berikut:

 

• Aspartam

• Siklamat (hanya untuk pangan berkalori rendah)

• Sakarin (hanya untuk pangan berkalori rendah)

• Sorbitol

 

Pengawet yang diizinkan penggunaannya dalam pangan antara lain:

 

• Asam benzoat • Natrium nitrit

• Asam propionat      • Kalium sulfit

• Asam sorbat

 

Penyedap dan penguat rasa dan aroma yang diizinkan penggunaannya dalam

pangan

 

• Asam guanilat

• Disodium 5’ribonucleotida

• Kalsium dan natrium 5’ribonucleotida

• Asam L-Glutamat (MSG)

• Asam inosinat

 

Pengemulsi, pemantap dan pengental yang diizinkan penggunaannya dalam

pangan, antara lain sebagai berikut:

 

• Agar          • Karagen

• Asam alginat • Lesitin

• Dekstrin            • Kaboksimetilselulosa (CMC)

• Gelatin       • Pektin

• Gom arab            • Pati asetat

 

Antioksidan yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain,

sebagai berikut:

 

• Asam askorbat (garam KPBS Pangalengan, Na dan Ca)

• BHA (butil hidroksi anisol)

• BHT (butil hidroksi toluen)

• Propil galat

• Tokoferol

 

Pengatur keasaman yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara

lain:

 

• Alumunium amonium (kalium, natrium sulfat)

• Asam laktat

• Asam sitrat

• Kalium dan natrium bikarbonat

 

Antikempal yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain,

sebagai berikut:

 

• alumunium silikat

• kalsium alumunium silikat

• kalsium silikat

• magnesium karbonat

• magnesium oksida dan

• magnesium silikat

 

Pemutih dan pematang tepung yang diizinkan penggunaannya dalam pangan,

antara lain, sebagai berikut:

 

• asam askorbat

• natrium stearoil-2-laktilat

 

Pengeras yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain sebagai

berikut:

 

• kalsium glukonat

• kalsium klorida

• kalsium sulfat

 

Sekuestran yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain sebagai

berikut:

 

• asam fosfat

• isopropil sitrat

• kalsium dinatrium edetat (EDTA)

• monokalium fosfat

• natrium pirofosfat



 

BAHAN TAMBAHAN PANGAN YANG DILARANG DIGUNAKAN

DALAM PANGAN

 

• Asam borat dan senyawanya

• Asam salisilat dan senyawanya

• Dietilpirokarbonat

• Dulsin

• Kalium klorat

• Kloramfenikol

• Minyak nabati yang dibrominasi

• Nitrofurazon

• Formalin (formaldeida)

 

Gunakan BTP yang diizinkan dalam takaran tidak melebihi batas amskium

yang diperbolehkan

 

Contoh batas takaran yang dieprbolehkan untuk BTP:

 

• Asam benzoat/natrium benzoat

Kecap 0.6 g/kg

Minuman ringan 0.6 g/kg

Saus tomat, makanan lain 1.0 g/kg

Manisan 1.0 g/kg

Asinan 1.0 g/kg

• Kalium sorbat (tunggal atau campuran dengan benzoat)

Jam, jeli, sari buah pekat 1.0 g/kg

• Titanium dioksida

Kembang gula secukupnya

• Coklat HT

Minuman ringan 70 mg/lt produk

• Eritrosin

Saos cabe 300 mg/kg